Lowongan Kerja November 27, 2015
Share

Lowongan Kerja PTT Kab Bandung

Advertisements :

Kabupaten Bandung adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Soreang. Sebagian besar wilayah Kabupaten Bandung adalah pegunungan. Di antara puncak-puncaknya adalah: Sebelah utara terdapat Gunung Bukittunggul (2.200 m), Gunung Tangkubanperahu (2.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. (keduanya kini termasuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat). Sedangkan di selatan terdapat Gunung Patuha (2.334 m), Gunung Malabar (2.321 m), serta Gunung Papandayan (2.262 m) dan Gunung Guntur (2.249 m), semuanya di perbatasan dengan Kabupaten Garut.

Dinkes Kab Bandung

www.kesehatan.bandungkab.go.id

Kabupaten Bandung lahir melalui Piagam Sultan Agung Mataram, yaitu pada tanggal 9 bulan Muharram tahun Alif atau sama dengan hari sabtu tanggal 20 April 1641 Masehi. Bupati pertamanya adalah Tumenggung Wiraangunangun (1641-1681 M). Dari bukti sejarah tersebut ditetapkan bahwa 20 April sebagai Hari Jadi Kabupaten Bandung. Jabatan bupati kemudian digantikan oleh Tumenggung Nyili salah seorang putranya. Namun Nyili tidak lama memegang jabatan tersebut karena mengikuti Sultan Banten. Jabatan bupati kemudian dilanjutkan oleh Tumenggung Ardikusumah, seorang Dalem Tenjolaya (Timbanganten) pada tahun 1681-1704.

Selanjutnya kedudukan Bupati Kabupaten Bandung dari R. Ardikusumah diserahkan kepada putranya R. Ardisuta yang diangkat tahun 1704 setelah Pemerintah Hindia Belanda mengadakan pertemuan dengan para bupati se-Priangan di Cirebon. R. Ardisuta (1704-1747) terkenal dengan nama Tumenggung Anggadiredja I setelah wafat dia sering disebut Dalem Gordah. sebagai penggantinya diangkat putra tertuanya Demang Hatapradja yang bergelar Anggadiredja II (1707-1747).

Pada masa Pemerintahan Anggadiredja III (1763-1794) Kabupaten Bandung disatukan dengan Timbanganten, bahkan pada tahun 1786 dia memasukkan Batulayang ke dalam pemerintahannya. Juga pada masa Pemerintahan Adipati Wiranatakusumah II (1794-1829) inilah ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak (Dayeuhkolot) ke tepi sungai Cikapundung atau alun-alun Kota Bandung sekarang. Pemindahan ibu kota itu atas dasar perintah dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels tanggal 25 Mei 1810, dengan alasan daerah baru tersebut dinilai akan memberikan prospek yang lebih baik terhadap perkembangan wilayah tersebut.

Setelah kepala pemerintahan dipegang oleh Bupati Wiranatakusumah IV (1846-1874), ibu kota Kabupaten Bandung berkembang pesat dan dia dikenal sebagai bupati yang progresif. Dialah peletak dasar master plan Kabupaten Bandung, yang disebut Negorij Bandoeng. Tahun 1850 dia mendirikan pendopo Kabupaten Bandung dan Masjid Agung. Kemudian dia memprakarsai pembangunan Sekolah Raja (Pendidikan Guru) dan mendirikan sekolah untuk para menak (Opleiding School Voor Indische Ambtenaaren). Atas jasa-jasanya dalam membangun Kabupaten Bandung di segala bidang dia mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Hindia Belanda berupa Bintang Jasa, sehingga masyarakat menjulukinya dengan sebutan Dalem Bintang.

Pada masa pemerintahan R. Adipati Kusumahdilaga, rel kereta api mulai dibangun, tepatnya tanggal 17 Mei 1884. Dengan masuknya rel kereta api ini ibu kota Bandung kian ramai. Penghuninya bukan hanya pribumi, bangsa Eropa, dan Cina pun mulai menetap di ibu kota, dampaknya perekonomian Kota Bandung semakin maju. Setelah wafat penggantinya diangkat R.A.A. Martanegara, bupati ini pun terkenal sebagai perencana kota yang jempolan. Martanegara juga dianggap mampu menggerakkan rakyatnya untuk berpartisipasi aktif dalam menata wilayah kumuh menjadi permukiman yang nyaman. Pada masa pemerintahan R.A.A. Martanegara (1893-1918) ini atau tepatnya pada tanggal 21 Februari 1906, Kota Bandung sebagai ibu kota Kabupaten Bandung berubah statusnya menjadi Gementee (Kotamadya).

Periode selanjutnya Bupati Bandung dijabat oleh Aria Wiranatakusumah V (Dalem Haji) yang menjabat selama 2 periode, pertama tahun 1912-1931 sebagai bupati yang ke-12 dan berikutnya tahun 1935-1945 sebagai bupati yang ke-14. Pada periode tahun 1931-1935 R.T. Sumadipradja menjabat sebagai Bupati ke-13. Selanjutnya bupati ke-15 adalah R.T.E. Suriaputra (1945-1947) dan penggantinya adalah R.T.M. Wiranatakusumah VI alias Aom Male (1948-1956), kemudian diganti oleh R. Apandi Wiriadipura sebagai bupati ke-17 yang dijabatnya hanya 1 tahun (1956-1957).

Bupati berikutnya adalah Letkol. R. Memet Ardiwilaga (1960-1967). Kemudian pada masa transisi (Orde Lama ke Orde Baru) dilanjutkan oleh Kolonel Masturi. Pada masa Pimpinan Kolonel R.H. Lily Sumantri tercatat peristiwa penting yaitu rencana pemindahan ibu kota Kabupaten Bandung yang semula berada di Kotamadya Bandung ke Wilayah Hukum Kabupaten Bandung, yaitu daerah Baleendah. Peletakan batu pertamanya pada tanggal 20 April 1974, yaitu pada saat Hari Jadi Kabupaten Bandung yang ke-333. Rencana pemindahan ibu kota tersebut berlanjut hingga jabatan bupati dipegang oleh Kolonel R. Sani Lupias Abdurachman (1980-1985).

Atas pertimbangan secara fisik geografis, daerah Baleendah tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai ibu kota kabupaten, maka ketika jabatan bupati dipegang oleh Kolonel H.D. Cherman Affendi (1985-1990), ibu kota Kabupaten Bandung pindah ke lokasi baru yaitu Kecamatan Soreang. Di tepi Jalan Raya Soreang, tepatnya di Desa Pamekaran inilah dibangun Pusat Pemerintahan Kabupaten Bandung seluas 24 hektare, dengan menampilkan arsitektur khas gaya Priangan. Pembangunan perkantoran yang belum rampung seluruhnya dilanjutkan oleh bupati berikutnya yaitu Kolonel H.U. Djatipermana, sehingga pembangunan tersebut memerlukan waktu sejak tahun 1990 hingga 1992.

Tanggal 5 Desember 2000, Kolonel H. Obar Sobarna, S.I.P. terpilih oleh DPRD Kabupaten Bandung menjadi Bupati Bandung dengan didampingi oleh Drs. H. Eliyadi Agraraharja sebagai Wakil Bupati. Sejak itu, Soreang betul-betul difungsikan menjadi pusat pemerintahan. Pada tahun 2003 semua aparat daerah, kecuali Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan, Kantor BLKD, dan Kantor Diklat, sudah resmi berkantor di kompleks perkantoran Kabupaten Bandung. Pada periode pemerintahan Obar Sobarna, yang pertama dibangun adalah Stadion Olahraga, yakni Stadion Si Jalak Harupat. Stadion ini merupakan stadion bertaraf internasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung. Selain itu, berdasarkan aspirasi masyarakat yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999, Kota Administratif Cimahi berubah status menjadi kota otonom.

Tanggal 5 Desember 2005, Obar Sobarna menjabat Bupati Bandung untuk kali kedua didampingi oleh H. Yadi Srimulyadi sebagai wakil bupati, melalui proses pemilihan langsung. Pada masa pemerintahan yang kedua ini, berdasarkan dinamika masyarakat dan didukung oleh hasil penelitian dan pengkajian dari 5 perguruan tinggi, secara yuridis terbentuklah Kabupaten Bandung Barat bersamaan dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat. Ibu kota Kabupaten Bandung Barat terletak di Kecamatan Ngamprah). Bupati Bandung Barat masa jabatan 2008-2013 adalah Abubakar.

Lowongan Kerja PTT dan Pegawai BLUD Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung

Pemerintah Kabupaten Bandung kembali melakukan seleksi penerimaan calon pegawai tidak tetap (PTT) dan pegawai BLUD Non-PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

Formasi yang dibuka :

Advertisements :

  1. Dokter Umum
  2. Dokter Gigi
  3. Apoteker
  4. Akuntansi
  5. Analis Kesehatan

Deskripsi Pekerjaan

Dokter Umum

Persyaratan :

  • Kedokteran Umum;
  • IPK Minimal 3,00 dalam skala 4;
  • Memiliki Surat Tanda Register (STR) yang masih berlaku atau surat keterangan masih dalam proses pengumuman dari organisasi profesi atau institusi pendidikan;
  • Mampu mengoperasikan komputer;
  • Akreditasi perguruan tinggi minimal B.

Dokter Gigi

Persyaratan :

  • Kedokteran Gigi;
  • IPK Minimal 3,00 dalam skala 4;
  • Memiliki Surat Tanda Register (STR) yang masih berlaku atau surat keterangan masih dalam proses pengumuman dari organisasi profesi atau institusi pendidikan;
  • Mampu mengoperasikan komputer;
  • Akreditasi perguruan tinggi minimal B.

Apoteker

Persyaratan :

  • S1 Profesi Apoteker;
  • IPK Minimal 3,00 dalam skala 4;
  • Memiliki Surat Tanda Register Apoteker (STRA) yang masih berlaku atau surat keterangan masih dalam proses pengumuman dari organisasi profesi atau institusi pendidikan;
  • Mampu mengoperasikan komputer;
  • Akreditasi perguruan tinggi minimal B.

Akuntansi

Persyaratan :

  • Minimal pendidikan D3 Program Studi Akuntansi;
  • IPK Minimal 3,00 dalam skala 4;
  • Menguasai dan terampil mengoperasikan komputer, khususnya aplikasi akuntasi keuangan;
  • Akreditasi perguruan tinggi minimal B.

Analis Kesehatan

Persyaratan :

  • Minimal pendidikan D3 Analis Kesehatan;
  • IPK Minimal 3,00 dalam skala 4;
  • Memiliki Surat Tanda Register (STR) yang masih berlaku atau surat keterangan masih dalam proses pengumuman dari organisasi profesi atau institusi pendidikan;
  • Mampu mengoperasikan komputer;
  • Akreditasi perguruan tinggi minimal B.

PERSYARATAN UMUM:

  • Warga Negara Republik Indonesia (WNI);
  • Berusia setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Desember 2015;
  • Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Memiliki integritas yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta dan/atau sebagai pegawai tidak tetap lainnya, dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai cukup;
  • Tidak berkedudukan sebagai calon/Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan POLRI;
  • Mempunyai kualifikasi pendidikan, kecakapan, keahlian, dan keterampilan yang diperlukan;
  • Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
  • Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat dari dokter pemerintah;
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat yang dibuktikan dengan surat pernyataan dan ditandatangani di atas materai yang cukup.

Situs Referensi

  1. www.kesehatan.bandungkab.go.id

Tata Cara Pengiriman Lamaran

Sebelum melakukan pendaftaran online calon pelamar harus sudah memiliki:

  1. Alamat email yang masih aktif;
  2. File hasil scan pas foto 4 x 6 cm berwarna (penampilan formal/resmi) ukuran maksimal 100 Kb dengan tipe/format file.jpg;
  3. File hasil scan halaman ijazah dan ditambah (scan halaman depan STR/STRA bagi dokter/dokter gigi/apoteker/analis kesehatan yang masih berlaku) yang sesuai dengan formasi yang dilamar, berukuran maksimal 800 Kb dengan tipe/format file.jpg.
  4. Pelamar yang telah dinyatakan berhasil melakukan pendaftaran seleksi akan dapat mendowload/mencetak Tanda Bukti Pendaftaran. Pada tanda bukti pendaftaran terdapat Nomor Tanda Bukti Pendaftaran (kode alfa numerik) yang dapat digunakan untuk mendowload dan mencetak Kartu Peserta Ujian;
  5. Pelamar dapat melihat pengumuman hasil verifikasi administrasi pada tanggal 1 Desember 2015;
  6. Kartu Peserta Ujian didownload/dicetak sendiri oleh peserta pada tanggal 2 – 3 Desember 2015.
  7. (Download kartu peserta ujian dilakukan sesegera mungkin dan tidak menunggu batas waktu akhir untuk menghindari kepadatan akses download).
  8. Perhatikan dan ikuti semua ketentuan/petunjuk yang tercantum pada Kartu Peserta Ujian;
  9. Panitia hanya menerima pendaftaran seleksi yang sesuai dengan persyaratan dan tatacara pendaftaran seleksi;
  10. Pelamar dapat melihat tempat dan lingkungan ujian pada tanggal 4 Desember 2015 sesuai dengan yang tercantum pada kartu peserta ujian;
  11. Hanya pelamar yang memiliki Kartu Peserta Ujian yang dapat hadir mengikuti ujian.
  12. Ujian dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Desember 2015.
  13. Pengumuman kelulusan tanggal 12 Desember 2015 di website: http://www.kesehatan.bandungkab.go.id.

Pelamar melakukan pendaftaran seleksi dengan cara mengisi formulir pendaftaran secara online melalui laman resmi berikut ini :

Advertisements :

Ketentuan Umum :

  • Informasi seleksi PTT dan Pegawai BLUD Non-PNS di Lingkungan Dinkes Kabupaten Bandung dibuka tanggal 24 November 2015 sampai dengan 5 Desember 2015;
  • Akses pendaftaran online dibuka mulai 25 November 2015 pukul 00:00 WIB dan berakhir tanggal 29 November 2015 pukul 16:00 WIB (di luar ketentuan waktu tersebut tidak akan diproses/ditolak);

Lowongan Kerja PTT Dinkes Bandung persembahan dari Info CASN BUMN

Share
Already a fan?